Jurnal Monolog pengambilan keputusan sebagai pemimpin Pembelajaran
oleh
Titin Sumarni, S.Pd
SMP Negeri 2 Turi
CGP Angkatan 3 Kabupaten Sleman
Mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak
angkatan 3, memberikan banyak pengalaman dan
ilmu yang bisa mengubah mindset saya sebagai guru. Bagaimana saya harus
menjalankan peran saya sebagai pamong dan bagaimana menjadikan murid merdeka
yang memiliki profil pelajar Pancasila. Bagaimana saya bisa melaksanakan pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secra holistik, aktif, dan proaktif dalam mendorong pendidik lain untuk memngimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid. Semua pengalaman dan ilmu yang saya
peroleh dalam pendidikan guru penggerak ini pastilah kurang maksimal ketika
hanya saya gunakan sendiri. Ketika mempelajari modul 1 dan modul 2, saya telah
berusaha menerapkan apa yang saya peroleh dalam aksi nyata, baik di dalam kelas
saya maupun dalam komunitas praktisi. Saya melakukan komunikasi dengan Kepala
Sekolah untuk meminta waktu minimal pada akhir modul untuk melakukan
pengimbasan apa yang telah saya pelajari dalam Pendidikan Guru Penggerak ini.
Pada awalnya saya akan membentuk komunitas praktisi di sekolah bagi 5-10 guru,
namun Kepala Sekolah menyarankan untuk melakukan pengimbasan kepada seluruh
guru.
Dalam menjalankan tugas sebagai guru, sebagai pribadi atau sebagai anggota
masyarakat tentu tidak bisa terlepas dari adanya permasalahan yang menuntut
kita mengambil suatu keputusan. Masalah yang kita hadapi dapat dikategorikan
menjadi dua, yaitu dilema etika dan bujukan moral. Ketika seseorang menghadapi
dilema etika, ia akan memiliki rasa ragu atau berat dalam mengambil keputusan,
dimana masing-masing pilihan sama-sama memiliki alasan yang kuat dan benar untuk
diambil. Hal ini disebabkan karena adanya nilai-nilai kebajikan yang
mendasarinya namun bertentangan dengan cinta, kasih sayang, perhatian,
kebenaran, kebebasan, keadilan, persatuan, toleransi, tanggungjawab serta suatu
penghargaan akan kehidupan. Pada situasi bujukan moral (Benar vs salah) artinya
adalah segala sesuatu yang kita lakukan sengaja ataupun tidak sengaja jika
salah dengan alasan baik apapun tentang kejadian tersebut maka tetap saja
bernilai salah. Contohnya pada saat ulangan, ujian, pengerjaan tugas
walaupun tujuannya untuk mendapatkan nilai yang bagus yang tentunya merupakan
hal yang baik namun tetap saja salah.
Agar dapat mengambil keputusan
yang tepat sebagai pemimpin pembelajaran, langkah-langkah yang dilakukan
adalah:
1.
Langkah 1: Menentukan
apakah permasalah tersebut merupakan dilema etika atau bujukan moral
2.
Langkah 2: menentukan
paradigma yang tepat diantara Empat paradigma
dalam pengambilan keputusan, yaitu:
1)
Individu lawan
masyarakat (individual vs community)
2)
Rasa keadilan
lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
3)
Kebenaran lawan
kesetiaan (truth vs loyalty)
4)
Jangka pendek
lawan jangka panjang (short term vs long term)
3.
Langkah 3:
menentukan prinsip yang tepat digunakan dari tiga prinsip pengambilan
keputusan, yaitu:
1)
Berpikir Berbasis
Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
2)
Berpikir Berbasis
Peraturan (Rule-Based Thinking)
3)
Berpikir Berbasis
Rasa Peduli (Care-Based Thinking)
4.
Langkah 4:
melakukan pengujian dengan sembilan langkah pengujian pengambilan keputusan,
yaitu:
1)
Mengenali
nilai-nilai yang saling bertentangan
2)
Menentukan siapa
yang terlibat dalam situasi ini.
3)
Kumpulkan
fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
4)
Pengujian benar
atau salah
a)
Uji Legal yaitu mennetukan apakah ada aspek pelanggaran hukum.
b) Uji Regulasi/Standar Profesional yaitu mennetukan apakah ada pelanggaran peraturan atau kode etik profesi dalam kasus tersebut.
c) Uji Intuisi yaitu menentukan apakah ada yang salah dalam situasi tersebut berdasarkan perasaan atau intuisi
d) Uji Publikasi yaitu menguji perasaan kita apabila keputusan yang kita ambil tersebut dipublikasikan di halaman depan koran.
e) Uji Panutan/Idkeputusan apa yang akan diambil oleh panutan atau idola dalam situasi tersebut.
5)
Pengujian
Paradigma Benar lawan Benar.
6)
Melakukan Prinsip
Resolusi Dari 3 prinsip penyelesaian dilema
7)
Menentukan penyelesaian
yang kreatif untuk menyelesaikan masalah tersebut (Investigasi Opsi Trilemma)
8)
Buat Keputusan
9)
Lihat lagi
Keputusan dan Refleksikan
Penerapan langkah-langkah dalam
pengambilan keputusan ini, mulai saya terapkan sejak saya mempelajari materi
ini. Selanjutnya saya akan melakukan pengimbasan tentang materi ini kepada
rekan di sekolah setelah selesai modul ini agar saya memiliki pemahaman yang
tepat mengenai pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran pada akhir
bulan Februari 2022.
Dalam melaksanakan pengambilan
keputusan ini, saya tentu tidak hanya melakukan sendiri. Saya akan melakukan
sharing dan komunikasi dengan kepala sekolah sebagai pemangku kepentingan dan
pengambil kebijakan di sekolah, guru BK, urusan kurikulum, kesiswaan, humas,
dan rekan sejawat. Di luar sekolah saya juga selalu berkomunikasi dengan
fasilitator, pengajar praktik, dan juga rekan CGP. Dengan adanya komunikasi yang baik diharapkan dapat berkolaborasi dan bertukar pikiran, sehingga ketka menemui hambatan, saya dapat menemukan solusi yang terbaik dan tepat.
0 Komentar