Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1

 

Jurnal Monolog pengambilan keputusan sebagai pemimpin Pembelajaran

oleh

Titin Sumarni, S.Pd

SMP Negeri 2 Turi

 CGP Angkatan 3 Kabupaten Sleman


Mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak angkatan 3, memberikan banyak pengalaman dan  ilmu yang bisa mengubah mindset saya sebagai guru. Bagaimana saya harus menjalankan peran saya sebagai pamong dan bagaimana menjadikan murid merdeka yang memiliki profil pelajar Pancasila. Bagaimana saya bisa melaksanakan pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secra holistik, aktif, dan proaktif dalam mendorong pendidik lain untuk memngimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid.  Semua pengalaman dan ilmu yang saya peroleh dalam pendidikan guru penggerak ini pastilah kurang maksimal ketika hanya saya gunakan sendiri. Ketika mempelajari modul 1 dan modul 2, saya telah berusaha menerapkan apa yang saya peroleh dalam aksi nyata, baik di dalam kelas saya maupun dalam komunitas praktisi. Saya melakukan komunikasi dengan Kepala Sekolah untuk meminta waktu minimal pada akhir modul untuk melakukan pengimbasan apa yang telah saya pelajari dalam Pendidikan Guru Penggerak ini. Pada awalnya saya akan membentuk komunitas praktisi di sekolah bagi 5-10 guru, namun Kepala Sekolah menyarankan untuk melakukan pengimbasan kepada seluruh guru.  

Dalam menjalankan tugas sebagai guru,  sebagai pribadi atau sebagai anggota masyarakat tentu tidak bisa terlepas dari adanya permasalahan yang menuntut kita mengambil suatu keputusan. Masalah yang kita hadapi dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu dilema etika dan bujukan moral. Ketika seseorang menghadapi dilema etika, ia akan memiliki rasa ragu atau berat dalam mengambil keputusan, dimana masing-masing pilihan sama-sama memiliki alasan yang kuat dan benar untuk diambil. Hal ini disebabkan karena adanya nilai-nilai kebajikan yang mendasarinya namun bertentangan dengan cinta, kasih sayang, perhatian, kebenaran, kebebasan, keadilan, persatuan, toleransi, tanggungjawab serta suatu penghargaan akan kehidupan. Pada situasi bujukan moral (Benar vs salah) artinya adalah segala sesuatu yang kita lakukan sengaja ataupun tidak sengaja jika salah dengan alasan baik apapun tentang kejadian tersebut maka tetap saja bernilai salah. Contohnya pada saat ulangan, ujian, pengerjaan tugas walaupun tujuannya untuk mendapatkan nilai yang bagus yang tentunya merupakan hal yang baik namun tetap saja salah.

 

Agar dapat mengambil keputusan yang tepat sebagai pemimpin pembelajaran, langkah-langkah yang dilakukan adalah:

1.   Langkah 1: Menentukan apakah permasalah tersebut merupakan dilema etika atau bujukan moral

2.   Langkah 2: menentukan paradigma yang tepat diantara Empat paradigma  dalam pengambilan keputusan, yaitu:

1)   Individu lawan masyarakat (individual vs community)

2)   Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

3)   Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

4)   Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

3.   Langkah 3: menentukan prinsip yang tepat digunakan dari tiga prinsip pengambilan keputusan, yaitu:

1)   Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

2)   Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)

3)   Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

4.   Langkah 4: melakukan pengujian dengan sembilan  langkah pengujian pengambilan keputusan, yaitu:

1)   Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

2)   Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

3)   Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

4)   Pengujian benar atau salah

a)   Uji Legal yaitu mennetukan apakah ada aspek pelanggaran hukum. 

b)   Uji Regulasi/Standar Profesional yaitu mennetukan apakah ada pelanggaran peraturan atau kode etik profesi dalam kasus tersebut. 

c)   Uji Intuisi yaitu menentukan apakah ada yang salah dalam situasi tersebut berdasarkan perasaan atau intuisi

d)   Uji Publikasi  yaitu menguji perasaan kita apabila keputusan yang kita ambil tersebut dipublikasikan di halaman depan koran.

e)   Uji Panutan/Idkeputusan apa yang akan diambil oleh panutan atau idola dalam situasi tersebut. 

5)   Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.

6)   Melakukan Prinsip Resolusi Dari 3 prinsip penyelesaian dilema

7)   Menentukan penyelesaian yang kreatif untuk menyelesaikan masalah tersebut (Investigasi Opsi Trilemma)

8)   Buat Keputusan

9)   Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

 

Penerapan langkah-langkah dalam pengambilan keputusan ini, mulai saya terapkan sejak saya mempelajari materi ini. Selanjutnya saya akan melakukan pengimbasan tentang materi ini kepada rekan di sekolah setelah selesai modul ini agar saya memiliki pemahaman yang tepat mengenai pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran pada akhir bulan Februari 2022.

Dalam melaksanakan pengambilan keputusan ini, saya tentu tidak hanya melakukan sendiri. Saya akan melakukan sharing dan komunikasi dengan kepala sekolah sebagai pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan di sekolah, guru BK, urusan kurikulum, kesiswaan, humas, dan rekan sejawat. Di luar sekolah saya juga selalu berkomunikasi dengan fasilitator, pengajar praktik, dan juga rekan CGP. Dengan adanya komunikasi yang baik diharapkan dapat berkolaborasi dan bertukar pikiran, sehingga ketka menemui hambatan, saya dapat menemukan solusi yang terbaik dan tepat.

 


Posting Komentar

0 Komentar