Koneksi Antar Materi Modul 3.2

Pemimpin Pembelajaran  dalam Pengelolaan Sumber Daya

oleh Titin Sumarni

Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran  dalam Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.  

Sebagai suatu eksosistem, di sekolah terdapat tata interaksi antara makhluk hidup (biotik) dan unsur yang tidak hidup (abiotik) yang ada di lingkungan sekolah. Kedua unsur ini saling berinteraksi satu dengan lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis. Dalam ekosistem sekolah, faktor-faktor biotik akan saling memengaruhi dan membutuhkan keterlibatan aktif satu sama lainnya.

Pendidik sebagai seorang pemimpin dalam pembelajaran harus mampu mengelola sumber daya yang ada dengan cara mengenali, memetakan, dan mengelola potensi dan kekuatan yang ada untuk dimanfaatkan dalam proses pembelajaran agar bisa optimal. Memanfaatkan sumber daya yang ada akan lebih baik daripada selalu menunggu bantuan dan berdiam diri tanpa ada usaha, tanpa pergerakan apapun. Pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran menjadi lebih berkualitas dan bermakna, sehingga dapat membantu proses belajar murid dengan lebih menyenangkan, 

·         Dalam mengelola sumber daya,  ada beberapa pendekatan yang mungkin diterapkan oleh seorang pemimpin, diantaranya:

1.       Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Thinking)  akan memusatkan perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak bekerja.  Segala sesuatunya akan dilihat dengan cara pandang negatif.  Kita harus bisa mengatasi semua kekurangan atau yang menghalangi tercapainya kesuksesan yang ingin diraih.  Semakin lama, secara tidak sadar kita menjadi seseorang yang terbiasa untuk merasa tidak nyaman dan curiga yang ternyata dapat menjadikan kita buta terhadap potensi dan peluang yang ada di sekitar.

2.       Pendekatan  berbasis aset (Asset-Based Thinking) adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi yang menekuni kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri.  Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.

·        Perbedaan antara pendekatan berbasis kekurangan dengan pendekatan berbasis aset dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

Berbasis pada kekurangan/ masalah/hambatan

Berbasis pada aset

Fokus pada masalah dan isu

Fokus pada aset dan kekuatan

Berkutat pada masalah utama

Membayangkan masa depan

Mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan – selalu bertanya apa yang kurang?

Berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut.

Fokus mencari bantuan dari sponsor atau institusi lain

Mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan)

Merancang program atau proyek untuk menyelesaikan masalah

Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan

Mengatur kelompok yang dapat melaksanakan proyek

Melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan

Seorang pemimpin yang telah menerapkan paradigma inkuiri apresiatif  akan mengelola sumberdaya dengan pendekatan aset based thinking.

Ada 7 modal utama yang bisa dikelola oleh seorang pemimpin pembelajaran yaitu:
1. Modal Sumber Daya (Manusia)

Ø  Sumber daya manusia yang berkualitas, investasi pada sumber daya manusia menjadi sangat penting yang berhubungan dengan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan harga diri seseorang.

Ø  Pemetaan modal atau aset individu merupakan kegiatan menginventaris pengetahuan, kecerdasan, dan keterampilan yang dimiliki setiap warganya dalam sebuah komunitas, atau dengan kata lain, inventarisasi perorangan dapat dikelompokkan berdasarkan sesuatu yang berhubungan dengan hati, tangan, dan kepala.

Ø  Pendekatan lain mengelompokkan aset atau modal ini dengan melihat kecakapan seseorang yang berhubungan dengan kemasyarakatan, contohnya kecakapan memimpin sekelompok orang, dan kecakapan seseorang berkomunikasi dengan berbagai kelompok. Kecakapan yang berhubungan dengan kewirausahaan, contohnya kecakapan dalam mengelola usaha, pemasaran, yang negosiasi. Kecakapan yang berhubungan dengan seni dan budaya, contohnya kerajinan tangan, menari, bermain teater, dan bermain musik.

2. Modal Sosial

Ø  Norma dan aturan yang mengikat warga masyarakat yang ada di dalamnya dan mengatur pola perilaku warga, juga unsur kepercayaan (trust) dan jaringan (networking) antara unsur yang ada di dalam komunitas/masyarakat.

Ø  Investasi yang berdampak pada bagaimana manusia, kelompok, dan organisasi dalam komunitas berdampingan, contohnya kepemimpinan, bekerjasama, saling percaya, dan punya rasa memiliki masa depan yang sama.

Ø  Contoh-contoh yang termasuk dalam modal sosial antara lain adalah asosiasi. Asosiasi adalah suatu kelompok yang ada di dalam komunitas masyarakat yang terdiri atas dua orang atau lebih yang bekerja bersama dengan suatu tujuan yang sama dan saling berbagi untuk suatu tujuan yang sama. Asosiasi terdiri atas kegiatan yang bersifat formal maupun nonformal. Beberapa contoh tipe asosiasi adalah berdasarkan keyakinan, kesamaan profesi, kesamaan hobi, dan sebagainya. Terdapat beberapa macam bentuk modal sosial, yaitu fisik (lembaga), misalnya asosiasi dan institusi. Institusi adalah suatu lembaga yang mempunyai struktur organisasi yang jelas dan biasanya sebagai salah satu faktor utama dalam proses pengembangan komunitas masyarakat.

3. Modal Fisik 

Ø   Bangunan yang bisa digunakan untuk kelas atau lokasi melakukan proses pembelajaran, laboratorium, pertemuan, ataupun pelatihan.

Ø  Infrastruktur atau sarana prasarana, mulai dari saluran pembuangan, sistem air, mesin, jalan, jalur komunikasi, sarana pendukung pembelajaran, alat transportasi, dan lain-lain.

4. Modal Lingkungan/alam

Ø  Bisa berupa potensi yang belum diolah dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dalam upaya pelestarian alam dan juga kenyamanan hidup. Modal lingkungan terdiri dari bumi, udara yang bersih, laut, taman, danau, sungai, tumbuhan, hewan, dan sebagainya.

Ø  Tanah untuk berkebun, danau atau empang untuk berternak, semua hasil dari pohon seperti kayu, buah, bambu, atau material bangunan yang bisa digunakan kembali untuk menenun, dan sebagainya.

5. Modal Finansial

Ø  Dukungan keuangan yang dimiliki oleh sebuah komunitas yang dapat digunakan untuk membiayai proses pembangunan dan kegiatan sebuah komunitas.

Ø  Modal finansial termasuk tabungan, hutan, investasi, pengurangan dan pendapatan pajak, hibah, gaji, serta sumber pendapatan internal dan eksternal.

Ø  Modal finansial juga termasuk pengetahuan tentang bagaimana menanam dan menjual sayur di pasar, bagaimana menghasilkan uang dan membuat produk-produk yang bisa dijual, bagaimana menjalankan usaha kecil, bagaimana memperbaiki cara penjualan menjadi lebih baik, dan juga bagaimana melakukan pembukuan.

6. Modal Politik

Ø   Modal politik adalah ukuran keterlibatan sosial. Semua lapisan atau kelompok memiliki peluang atau kesempatan yang sama dalam kepemimpinan, serta memiliki suara dalam masalah umum yang terjadi dalam komunitas.

Ø  Lembaga pemerintah atau perwakilannya yang memiliki hubungan dengan komunitas, seperti komunitas sekolah, komite pelayan kesehatan, pelayanan listrik atau air.

7. Modal Agama dan budaya

Ø  Upaya pemberian bantuan empati dan perhatian, kasih sayang, dan unsur dari kebijakan praktis (dorongan utama pada kegiatan pelayanan). Termasuk juga kepercayaan, nilai, sejarah, makanan, warisan budaya, seni, dan lain-lain.

Ø  Kebudayaan yang unik di setiap daerah masing-masing merupakan serangkaian ide, gagasan, norma, perlakuan, serta benda yang merupakan hasil karya manusia yang hidup berkembang dalam sebuah ruang geografis.

Ø  Agama merupakan suatu sistem berperilaku yang mendasar, dan berfungsi untuk mengintegrasikan perilaku individu di dalam sebuah komunitas, baik perilaku lahiriah maupun simbolik. Agama menuntut terbentuknya moral sosial yang bukan hanya kepercayaan, tetapi juga perilaku atau amalan.

Ø  Identifikasi dan pemetaan modal budaya agama merupakan langkah yang sangat penting untuk melihat keberadaan kegiatan dan ritual kebudayaan dan keagamaan dalam suatu komunitas, termasuk kelembagaan dan tokohtokoh penting yang berperan langsung atau tidak langsung di dalamnya. - Sangat penting kita mengetahui sejauh mana keberadaan ritual keagamaan dan kebudayaan yang ada di masyarakat serta pola relasi yang tercipta di antaranya dan selanjutnya bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk menunjang pengembangan perencanaan dan kegiatan bersama.

Cara mengimplementasikan di kelas adalah dengan memetakan kebutuhan, misalnya dengan menggali pendapat murid tentang kelas impian mereka. Selanjutnya guru memetakan sumberdaya yang ada dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan murid. Adapun cara mengimplementasikannya di sekolah agar mampu mengelola sumber daya yang dimiliki secara optimal dan berdampak, yaitu: terlebih dahulu memahami bagaimana menjadi seorang pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya, kemudian mengkomunikasikan yang telah dipelajari kepada kepala sekolah dan rekan sejawat. Sekolah memetakan aset utama yang dimiliki, kemudian mengelola sumberdaya menggunakan pendekatan berbasis aset saat melakukan perencanaan kegiatan di sekolah. Hal yang tak kalah pentingnya adalah melakukan kolaborasi dengan pihak terkait di sekolah untuk meminta umpan balik dari pemetaan berbasis aset dan selalu berpikir positif.

Jelaskan dan berikan contoh Bagaimana hubungannya pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas

Jelas ada hubungan antara pengelolaan sumber daya dengan pembelajaran murid yang berkualitas. Sumber daya yang terkelola dengan baik akan sangat mendukung ketercapaian visi, misi dan tujuan sekolah melalui program-program yang telah dirancang, baik yang terdokumentasi dalam program jangka pendek maupun jangka panjang. Keberhasilan program-program ini jelas akan bermuara pada proses pembelajaran murid yang lebih berkualitas. Contoh penerapannya adalah ketika dalam satu kelas terdiri dari murid yang heterogen dalam hal minat, kesiapan belajar, atau profil belajarnya, maka setelah guru  memetakan kebutuhan mereka, guru menggali dan memetakan juga sumber daya yang ada dengan selalu berpikir positif. Setiap anak pasti memiliki kelebihan dan potensi.

Berikan contoh Bagaimana materi ini juga berhubungan dengan materi lain yang didapatkan sebelumnya selama proses pendidikan guru penggerak!

Keterkaitan materi modul 3.2 dengan modul lain dapat digambarkan dalam gambar berikut. 

Pada modul 1.1 materi yang dipelajari tentang filosofi pendidikan berfokus pada murid, artinya anak-anak merupakan subjek dalam pendidikan. Kemudian modul 1.2 berfokus pada manusia, yaitu nilai dan peran seorang pendidik. Modul 1.3 tentang visi guru penggerak, yaitu sesuatu yang akan dicapai. Modul 1.4 tentang budaya positif, yaitu adanya  wellbeing di sekolah, suatu kondisi dimana sekolah merupakan lingkungan yang nyaman untuk belajar. 

Pada modul 2.1 digambarkan sebagai kodrat anak, dimana diperlukan diferensiasi dalam proses pembelajaran, karena setiap anak memiliki kodrat masing-masing.  Modul 2.2 digambarkan dengan kata keselamatan dan kebahagiaan, yaitu perlunya pengelolaan sosial emosional dalam kegatan pembelajaran. Sedangkan modul 2.3 digambarkan dengan kata menuntun, dimana diperlukan coaching ketika ada murid yang mengalami kendala dalam proses pembelajaran.

Modul 3.1  digambarkan dengan kata maksud pendidikan, artinya dalam setiap proses pendidikan kita harus mengambil keputusan yang berpihak pada murid. Terakhir modul 3.2 tentang pengelolaan sumberdaya dilambangkan dengan kata kekuatan. 

Bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti pelatihan terkait modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini

Setelah mempelajari modul ini, saya mulai membiasakan diri selalu berpikir positif dalam menyikapi sesuatu. Sebelumnya saya lebih sering melihat masalah atau kekurangan yang ada. Padahal dibalik masalah itu kita bisa mengambil suatu kekuatan atau aset yang bisa dikembangkan. Sebagai agent of change, seorang pendidik harus mau berubah dan memperluas zona nyamannya karena harus menyesuaikan dengan kodrat zaman murid saat ini. Mari Mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai sekarang. 


Posting Komentar

0 Komentar