Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya
oleh Titin Sumarni
Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.
Sebagai
suatu eksosistem, di sekolah terdapat tata interaksi antara makhluk hidup
(biotik) dan unsur yang tidak hidup (abiotik) yang ada di lingkungan sekolah. Kedua
unsur ini saling berinteraksi satu dengan lainnya sehingga mampu menciptakan
hubungan yang selaras dan harmonis. Dalam ekosistem sekolah, faktor-faktor
biotik akan saling memengaruhi dan membutuhkan keterlibatan aktif satu sama
lainnya.
Pendidik
sebagai seorang pemimpin dalam pembelajaran harus mampu mengelola sumber daya yang ada
dengan cara mengenali, memetakan, dan mengelola potensi dan kekuatan yang ada untuk
dimanfaatkan dalam proses pembelajaran agar bisa optimal. Memanfaatkan sumber daya yang ada akan lebih baik daripada selalu
menunggu bantuan dan berdiam diri tanpa ada usaha, tanpa pergerakan apapun. Pengelolaan
sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran menjadi lebih
berkualitas dan bermakna, sehingga dapat membantu proses belajar murid dengan
lebih menyenangkan,
·
Dalam
mengelola sumber daya, ada beberapa
pendekatan yang mungkin diterapkan oleh seorang pemimpin, diantaranya:
1.
Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Thinking) akan memusatkan
perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak
bekerja. Segala sesuatunya akan dilihat dengan cara pandang
negatif. Kita harus bisa mengatasi semua kekurangan atau yang menghalangi
tercapainya kesuksesan yang ingin diraih. Semakin lama, secara tidak
sadar kita menjadi seseorang yang terbiasa untuk merasa tidak nyaman dan curiga
yang ternyata dapat menjadikan kita buta terhadap potensi dan peluang yang ada
di sekitar.
2.
Pendekatan berbasis aset (Asset-Based Thinking) adalah sebuah konsep yang
dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi yang menekuni
kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri. Pendekatan ini merupakan
cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan,
dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk
memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang
menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.
· Perbedaan antara pendekatan berbasis kekurangan dengan pendekatan
berbasis aset dapat dilihat dari tabel di bawah ini.
|
Berbasis
pada kekurangan/ masalah/hambatan |
Berbasis
pada aset |
|
Fokus
pada masalah dan isu |
Fokus
pada aset dan kekuatan |
|
Berkutat
pada masalah utama |
Membayangkan
masa depan |
|
Mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan –
selalu bertanya apa yang kurang? |
Berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan
kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut. |
|
Fokus mencari bantuan dari sponsor atau institusi
lain |
Mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya
(aset dan kekuatan) |
|
Merancang program atau proyek untuk menyelesaikan
masalah |
Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan
kekuatan |
|
Mengatur kelompok yang dapat melaksanakan proyek |
Melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan |
Seorang pemimpin yang telah menerapkan paradigma inkuiri apresiatif akan mengelola sumberdaya dengan pendekatan aset based thinking.
Ada 7 modal utama yang bisa
dikelola oleh seorang pemimpin pembelajaran yaitu:
1. Modal Sumber Daya (Manusia)
Ø
Sumber
daya manusia yang berkualitas, investasi pada sumber daya manusia menjadi
sangat penting yang berhubungan dengan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan,
dan harga diri seseorang.
Ø
Pemetaan
modal atau aset individu merupakan kegiatan menginventaris pengetahuan,
kecerdasan, dan keterampilan yang dimiliki setiap warganya dalam sebuah
komunitas, atau dengan kata lain, inventarisasi perorangan dapat dikelompokkan
berdasarkan sesuatu yang berhubungan dengan hati, tangan, dan kepala.
Ø
Pendekatan
lain mengelompokkan aset atau modal ini dengan melihat kecakapan seseorang yang
berhubungan dengan kemasyarakatan, contohnya kecakapan memimpin sekelompok
orang, dan kecakapan seseorang berkomunikasi dengan berbagai kelompok.
Kecakapan yang berhubungan dengan kewirausahaan, contohnya kecakapan dalam
mengelola usaha, pemasaran, yang negosiasi. Kecakapan yang berhubungan dengan
seni dan budaya, contohnya kerajinan tangan, menari, bermain teater, dan
bermain musik.
2. Modal
Sosial
Ø
Norma dan
aturan yang mengikat warga masyarakat yang ada di dalamnya dan mengatur pola
perilaku warga, juga unsur kepercayaan (trust) dan jaringan (networking) antara
unsur yang ada di dalam komunitas/masyarakat.
Ø
Investasi
yang berdampak pada bagaimana manusia, kelompok, dan organisasi dalam komunitas
berdampingan, contohnya kepemimpinan, bekerjasama, saling percaya, dan punya
rasa memiliki masa depan yang sama.
Ø
Contoh-contoh
yang termasuk dalam modal sosial antara lain adalah asosiasi. Asosiasi adalah
suatu kelompok yang ada di dalam komunitas masyarakat yang terdiri atas dua
orang atau lebih yang bekerja bersama dengan suatu tujuan yang sama dan saling
berbagi untuk suatu tujuan yang sama. Asosiasi terdiri atas kegiatan yang
bersifat formal maupun nonformal. Beberapa contoh tipe asosiasi adalah berdasarkan
keyakinan, kesamaan profesi, kesamaan hobi, dan sebagainya. Terdapat beberapa
macam bentuk modal sosial, yaitu fisik (lembaga), misalnya asosiasi dan
institusi. Institusi adalah suatu lembaga yang mempunyai struktur organisasi
yang jelas dan biasanya sebagai salah satu faktor utama dalam proses
pengembangan komunitas masyarakat.
3. Modal Fisik
Ø
Bangunan
yang bisa digunakan untuk kelas atau lokasi melakukan proses pembelajaran,
laboratorium, pertemuan, ataupun pelatihan.
Ø
Infrastruktur
atau sarana prasarana, mulai dari saluran pembuangan, sistem air, mesin, jalan,
jalur komunikasi, sarana pendukung pembelajaran, alat transportasi, dan
lain-lain.
4. Modal Lingkungan/alam
Ø
Bisa
berupa potensi yang belum diolah dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dalam
upaya pelestarian alam dan juga kenyamanan hidup. Modal lingkungan terdiri dari
bumi, udara yang bersih, laut, taman, danau, sungai, tumbuhan, hewan, dan
sebagainya.
Ø
Tanah
untuk berkebun, danau atau empang untuk berternak, semua hasil dari pohon
seperti kayu, buah, bambu, atau material bangunan yang bisa digunakan kembali
untuk menenun, dan sebagainya.
5. Modal Finansial
Ø
Dukungan
keuangan yang dimiliki oleh sebuah komunitas yang dapat digunakan untuk
membiayai proses pembangunan dan kegiatan sebuah komunitas.
Ø
Modal
finansial termasuk tabungan, hutan, investasi, pengurangan dan pendapatan
pajak, hibah, gaji, serta sumber pendapatan internal dan eksternal.
Ø
Modal
finansial juga termasuk pengetahuan tentang bagaimana menanam dan menjual sayur
di pasar, bagaimana menghasilkan uang dan membuat produk-produk yang bisa
dijual, bagaimana menjalankan usaha kecil, bagaimana memperbaiki cara penjualan
menjadi lebih baik, dan juga bagaimana melakukan pembukuan.
6. Modal Politik
Ø
Modal
politik adalah ukuran keterlibatan sosial. Semua lapisan atau kelompok memiliki
peluang atau kesempatan yang sama dalam kepemimpinan, serta memiliki suara
dalam masalah umum yang terjadi dalam komunitas.
Ø
Lembaga
pemerintah atau perwakilannya yang memiliki hubungan dengan komunitas, seperti
komunitas sekolah, komite pelayan kesehatan, pelayanan listrik atau air.
7. Modal Agama dan budaya
Ø
Upaya
pemberian bantuan empati dan perhatian, kasih sayang, dan unsur dari kebijakan
praktis (dorongan utama pada kegiatan pelayanan). Termasuk juga kepercayaan,
nilai, sejarah, makanan, warisan budaya, seni, dan lain-lain.
Ø
Kebudayaan
yang unik di setiap daerah masing-masing merupakan serangkaian ide, gagasan,
norma, perlakuan, serta benda yang merupakan hasil karya manusia yang hidup
berkembang dalam sebuah ruang geografis.
Ø
Agama
merupakan suatu sistem berperilaku yang mendasar, dan berfungsi untuk
mengintegrasikan perilaku individu di dalam sebuah komunitas, baik perilaku
lahiriah maupun simbolik. Agama menuntut terbentuknya moral sosial yang bukan
hanya kepercayaan, tetapi juga perilaku atau amalan.
Ø
Identifikasi
dan pemetaan modal budaya agama merupakan langkah yang sangat penting untuk
melihat keberadaan kegiatan dan ritual kebudayaan dan keagamaan dalam suatu
komunitas, termasuk kelembagaan dan tokohtokoh penting yang berperan langsung
atau tidak langsung di dalamnya. - Sangat penting kita mengetahui sejauh mana
keberadaan ritual keagamaan dan kebudayaan yang ada di masyarakat serta pola
relasi yang tercipta di antaranya dan selanjutnya bisa dimanfaatkan sebagai
peluang untuk menunjang pengembangan perencanaan dan kegiatan bersama.
Cara
mengimplementasikan di kelas adalah dengan memetakan kebutuhan, misalnya dengan
menggali pendapat murid tentang kelas impian mereka. Selanjutnya guru memetakan
sumberdaya yang ada dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan murid. Adapun cara
mengimplementasikannya di sekolah agar mampu mengelola sumber daya yang
dimiliki secara optimal dan berdampak, yaitu: terlebih dahulu memahami
bagaimana menjadi seorang pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya,
kemudian mengkomunikasikan yang telah dipelajari kepada kepala sekolah dan
rekan sejawat. Sekolah memetakan aset utama yang dimiliki, kemudian mengelola
sumberdaya menggunakan pendekatan berbasis aset saat melakukan perencanaan
kegiatan di sekolah. Hal yang tak kalah pentingnya adalah melakukan kolaborasi
dengan pihak terkait di sekolah untuk meminta umpan balik dari pemetaan
berbasis aset dan selalu berpikir positif.
Jelaskan
dan berikan contoh Bagaimana hubungannya pengelolaan sumber daya yang tepat
akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas
Jelas
ada hubungan antara pengelolaan sumber daya dengan pembelajaran murid yang
berkualitas. Sumber daya yang terkelola dengan baik akan sangat mendukung
ketercapaian visi, misi dan tujuan sekolah melalui program-program yang telah
dirancang, baik yang terdokumentasi dalam program jangka pendek maupun jangka
panjang. Keberhasilan program-program ini jelas akan bermuara pada proses
pembelajaran murid yang lebih berkualitas. Contoh penerapannya adalah ketika
dalam satu kelas terdiri dari murid yang heterogen dalam hal minat, kesiapan belajar,
atau profil belajarnya, maka setelah guru memetakan kebutuhan mereka, guru menggali dan
memetakan juga sumber daya yang ada dengan selalu berpikir positif. Setiap anak
pasti memiliki kelebihan dan potensi.
Berikan contoh Bagaimana materi ini juga berhubungan dengan materi lain yang didapatkan sebelumnya selama proses pendidikan guru penggerak!
Keterkaitan materi modul 3.2 dengan modul lain dapat digambarkan dalam gambar berikut.
Pada modul 1.1 materi yang dipelajari tentang filosofi pendidikan berfokus pada murid, artinya anak-anak merupakan subjek dalam pendidikan. Kemudian modul 1.2 berfokus pada manusia, yaitu nilai dan peran seorang pendidik. Modul 1.3 tentang visi guru penggerak, yaitu sesuatu yang akan dicapai. Modul 1.4 tentang budaya positif, yaitu adanya wellbeing di sekolah, suatu kondisi dimana sekolah merupakan lingkungan yang nyaman untuk belajar.
Pada modul 2.1 digambarkan sebagai kodrat anak, dimana diperlukan diferensiasi dalam proses pembelajaran, karena setiap anak memiliki kodrat masing-masing. Modul 2.2 digambarkan dengan kata keselamatan dan kebahagiaan, yaitu perlunya pengelolaan sosial emosional dalam kegatan pembelajaran. Sedangkan modul 2.3 digambarkan dengan kata menuntun, dimana diperlukan coaching ketika ada murid yang mengalami kendala dalam proses pembelajaran.
Modul 3.1 digambarkan dengan kata maksud pendidikan, artinya dalam setiap proses pendidikan kita harus mengambil keputusan yang berpihak pada murid. Terakhir modul 3.2 tentang pengelolaan sumberdaya dilambangkan dengan kata kekuatan.
Bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti pelatihan terkait modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini
Setelah mempelajari modul ini, saya mulai membiasakan diri selalu berpikir positif dalam menyikapi sesuatu. Sebelumnya saya lebih sering melihat masalah atau kekurangan yang ada. Padahal dibalik masalah itu kita bisa mengambil suatu kekuatan atau aset yang bisa dikembangkan. Sebagai agent of change, seorang pendidik harus mau berubah dan memperluas zona nyamannya karena harus menyesuaikan dengan kodrat zaman murid saat ini. Mari Mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai sekarang.
0 Komentar