Proyek Tematik "Prandomat" untuk Melatih Jiwa Wirausaha Murid

 Aksi Nyata Modul 3.3 

OLEH

TITIN SUMARNI, S.Pd

SMP NEGERI 2 TURI

CGP ANGKATAN 3 KAB SLEMAN

I.     PERISTIWA



A.  LATAR BELAKANG

Salah satu program untuk murid kelas IX pada akhir tahun adalah mengikuti Ujian Sekolah. Nilai Ujian Sekolah ini merupakan salah satu kriteria dalam menentukan kelulusan. Di di SMP Negeri 2 Turi, kegiatan Ujian Sekolah meliputi ujian tulis dan ujian praktik untuk 11(sebelas) mata pelajaran. 

Pembelajaran yang dilaksanakan bagi murid kelas IX selama tiga tahun ini lebih banyak dilaksanakan secara daring, sehingga tidak dipungkiri terjadi penurunan dalam pemahaman konsep. Sehingga perlu dibuat suatu program dalam ujian praktik yang berdampak pada murid.

Selain bertujuan terwujudnya murid yang memiliki karakter mandiri dan bernalar kritis, Ujian Praktik dalam bentuk proyek tematik yang merupakan kolaborasi mata pelajaran Prakarya, Bahasa Indonesia, dan Matematika diharapkan juga dapat melatih jiwa wirausaha murid. Program ini juga mengembangkan kepemimpinan murid dengan mempromosikan suara, pilihan, dan kepemilikan murid.

  

  1. B.  PROSES JALANNYA AKSI

Program proyek tematik “Prandomat” dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 1(satu) bulan. Tahapan dalam kegiatan ini adalah:

1.   Persiapan

Sebelum melaksanakan ujian praktik, semua guru mata pelajaran berkomunikasi tentang bagaimana bentuk ujian praktik yang akan dilaksanakan. Dari hasil diskusi diperoleh kesepakatan bahwa beberapa mata pelajaran akan mengadakan ujian praktik secara tematik. Tiga mata pelajaran, yaitu Prakarya, Bahasa Indonesia, dan Matematika akan berkolaborasi dalam ujian praktik.

Kemudian guru memetakan Kompetensi dasar yang sesuai  dilanjutkan menyusun perangkat ujian praktik. Setelah tersusun perangkat, guru melakukan sosialisasi kepada murid dan memberi kesempatan kepada murid untuk menyampaikan pendapatnya, misalnya tentang jenis produk dan bentuk laporan. Hal ini dilakukan untuk mempomosikan suara, pilihan, dan kepemilikan murid.

Praktik untuk mata pelajaran Prakarya adalah membuat produk olahan makanan dari serealia. Hasil olahan tersebut kemudian dipromosikan dengan membuat iklan (Bahasa Indonesia), dan dianalisis keuntungan/kerugiannya setelah produk dijual (Matematika).

 

2.   Pelaksanaan




Ujian Praktik dilaksanakan pada hari Senin- Kamis, 28-31 Maret 2022 pukul 07.00 -12.00. Dari 141 murid kelas IX dibagi dalam 11 kelompok dan masing-masing dilaksanakan dalam waktu 90 menit.  Seluruh ujian dilaksanakan di sekolah secara langsung (tatap muka). Pelaksanaan ujian praktik Prakarya dilaksanakan di Ruang Keterampilan, Bahasa Indonesia dan Matematika dilaksanakan di lab komputer.  Pelaksanaan ujian praktik juga mengoptimalksan aset yang ada di sekolah, yaitu aset manusia (kepala sekolah, guru, murid), aset fisik (ruang keterampilan dengan peralatan memasak yang memadai, laboratorium komputer, dan jaringan internet), politik (kebijakan sekolah), sosial (media sosial yang dimiliki murid dan guru), budaya (makanan khas daerah).

 Pada ujian Prakarya, murid bebas memilih bahan dasar serealia, cara mengolah, dan menyajikan.  Hasil yang sudah diperoleh kemudian dipromosikan dengan membuat iklan produk tersebut. Selanjutnya murid membuat analisa keuntungan dari produk mereka. Iklan dan laporan analisa dikirim ke link drive yang sudah disediakan.

Produk, iklan, dan laporan kemudian dinilai oleh Tim Penilai ujian Praktik masing-masing mata pelajaran dengan kritera yang sudah ditetapkan sebelumnya.

3.   Monitoring dan Evaluasi

Selama pelaksanaan kegiatan ujian praktik, guru memantau jalannya kegiatan dengan pengamatan dan memantau produk yang dikumpulkan berkaitan dengan sejauh mana program dapat berjalan? Seberapa besar keberhasilan dari program yang dilaksanakan?

Hasil pengamatan yang dilakukan pada saat kegiatan adalah sebagian besar siswa antusias dalam mengikuti kegiatan ujian praktik ini. Sampai dengan akhir waktu yang dijadwalkan dari 141  siswa telah  mengumpulkan laporan.  Ada beberapa kendala dalam melaksanakan proyek ini, misalnya kesulitan dalam menggunakan aplikasi/teknologi. Guru kemudian memberikan arahan dalam pengumpulan tugas dan anak memilih untuk membuat laporan secara manual.

Setelah kegiatan selesai juga dilakukan evaluasi kegiatan terhadap murid dan guru. Evaluasi terhadap murid dilakukan dengan angket melalui google formulir. Angket berisi pertanyaan tentang bagaimana pendapat anak dengan program ini dan bagaimana kebermanfaatannya bagi mereka.

Evaluasi dilaksanakan oleh kepala sekolah dan guru baik guru yang telah melaksanakan maupun yang belum melaksanakan.

C.   DAMPAK AKSI NYATA

 Dengan dilaksanakan Proyek tematik “Prandomat” ini, sekolah telah mengembangkan kepemimpinan murid. Kegiatan ini telah mempromosikan suara murid, yaitu:

1.   Memberi kesempatan murid untuk memilih bahan dasar produk

2.   Memberi kesempatan murid untuk memilih cara mengolah produk

3.   Memberi kesempatan murid untuk memilih cara menyajikan produk

4.   Memberi kesempatan murid untuk memilih bentuk laporan (presentasi, video, manual)

Pilihan:

1.   memberikan kesempatan pada murid untuk mempresentasikan hasil kerja/proyek sesuai dengan gaya , minat dan bakat mereka 

2.   memberikan kesempatan pada murid untuk menggali sumber-sumber belajar sesuai minat mereka

Kepemilikan:

1.   memosting hasil karya dengan seijin murid

2.   memberi kesempatan kepada murid untuk membawa sumber belajar, alat, bahan untuk ujian praktik.

 

II. PERASAAN (FEELING)

     Sebelum melaksanakan aksi nyata ini, perasaan saya adalah merasa tertantang, bagaimana membuat ujian praktik yang tidak memberatkan murid, namun bisa memberikan dampat dan manfaat yang baik bagi murid. karena bagaimanapun ujian praktik ini harus dilaksanakan , sementara kegiatan pembelajaran pada tiga tahun ini lebih banyak dilaksanakan secara daring. Namun setelah melaksanakan aksi nyata, saya merasa optimis. Rekan guru menyambut dengan antusias ketika diajak berkolabirasi. Murid juga memberikan respon yang bagus, sarana prasarana sekolah juga sangat mendukung. Bahkan setelah selesai ujian, refleksi murid sebagian besar menyampaikan bahwa ujian praktik dengan proyek tematik ini memberikan pengalaman dan melatih jiwa wira usaha mereka.


III. PEMBELAJARAN (FINDING) YANG DIDAPAT DARO PELAKSANAAN AKSI NYATA 

        Pembelajaran yang saya dapatkan adalah:

  1. Ujian praktik tematik dapat dilaksanakan dengan melakukan kolaborasi beberapa mata pelajaran
  2. Pemanfaatan aset sekolah sangat diperlukan dalam membuat progam sekolah
  3. kegiatan sekolah yang mengembangkan kepemimpinan murid akan memberikan dampak yang baik bagi murid untuk melatih anak mengembangkan potensinya

IV.  PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE) RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELAKSANAAN DI MASA DEPAN

       Pelaksanaan proyek tematik ini dapat dikembangkan lagi, dari 3(tiga) mata pelajaran menjadi lebih banyak lagi kolaborasi antar mata pelajaran. Guru antar mata pelajaran juga bisa menerapkan pada jenjang kelas dengan lebih cermat dalam melakukan pemetaan kompetensi pada setiap mata pelajaran dan pemetaan aset yang dimiliki sekolah. Hal yang paling penting adalah guru harus selalu bersikap terbuka terhadap perubahan.

Posting Komentar

0 Komentar