Kesimpulan dan Refleksi
Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
oleh Titin Sumarni, S.Pd
SMP Negeri 2 Turi
CGP Angkatan 3 Kabupaten Sleman
Menurut KHD Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. Untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan.
Peran seorang pendidik dalam pendidikan adalah "menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Karena pada dasaranya setiap anak telah memiliki kodrat alam atau modal untuk berkembang sesuai potensinya. Dalam hal ini KHD mengibaratkan peran pendidik seperti seorang petani atau tukang kebun. Anak-anak itu seperti biji tumbuhan yang disemai dan ditanam oleh pak tani atau pak tukang kebun.
1. Apa yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari modul 1.1?
Murid adalah kertas kosong, sehingga guru dapat bebas memberikan warna apapun sesuai kehendak guru. Guru dapat memberikan ilmu ke murid dengan sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku.
Murid dapat diseragamkan cara belajarnya. Dengan memperhatikan penjelasan guru dan berlatih, murid akan dapat menguasai materi pembelajaran.
Pada pembelajaran di kelas, saya lebih dominan menguasai kelas. Ketika saya mencoba menggunakan metode pembelajaran yang mengaktifkan siswa, saya kurang sabar untuk menunggu anak menemukan ide-idenya.
2. Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari modul ini?
Anak bukan merupakan kertas kosong yang dapat diwarnai sesuai kehendak guru, masing-masing anak telah memiliki kodrat alam atau modal. Tugas seorang pendidik adalah menuntunnya agar ia dapat mengembangkan kodrat alam tersebut sesuai dengan kodrat zaman agar ia dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Dalam mendidik, dapat diibaratkan bahwa pendidik adalah seorang petani dan anak merupakan benih tumbuhan yang akan disemai. Petani tidak bisa memaksakan benih jagung akan tumbuh menjadi padi. Cara merawat setiap benih pun tidak bisa diseragamkan. Ia memiliki keunikan sendiri-sendiri.
Untuk mengembangkan potensinya, seorang anak harus diberikan ruang untuk menemukan dan mengembangkan potensinya. Pendidik harus menciptakan pembelajaran yang terpusat pada anak, agar anak dapat terlibat aktif dalam pembelajaran. Karena pada dasarnya anak bukan objek tetapi subjek, maka pendidik dengan suci hati menghamba pada anak. Guru memberikan tuntunan dan bukan paksaan dalam mendidik. Pendidik menerapkan trilogi pendidikan Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani.
Dalam menghadapi anak yang berbuat salah atau kurang ada motivasi untuk belajar, tidak boleh menggunakan hukuman fisik, namun dengan menggunakan pendekatan agar anak menyadari kesalahannya, ia juga mengetahui apa resiko dari yang ia lakukan, sehingga ia akan berusaha memperbaiki dirinya.
3. Apa yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD?
Hal yang saya lakukan adalah terus belajar. Sebagai pendidik saya akan berliterasi mencari referensi bagaimana mengembangkan pembelajaran berkualitas yang berpusat pada anak.
Selain itu saya berusaha menggali potensi anak dengan mengintensifkan komunikasi antara guru, anak, orang tua, dan BK. Dengan komunikasi yang baik diharapkan kendala yang dihadapi anak dan guru dalam pembelajaran dapat teratasi dengan baik dengan menerapkan prinsip keadilan, artinya tidak merugikan salah satu pihak.
Berikutnya saya membuat komitmen/ kesepakatan awal dengan anak dalam proses pembelajaran. Dengan adanya komitmen, semua pihak dapat menjalani proses dengan penuh keikhlasan. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran saya akan mengakhiri dengan adanya refleksi untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran.


1 Komentar
Mantap, bu Titin koneksi antar materi yang merupakan kesimpulan modul 1.1. sangat menyentuh isinya. Bahwa sebagai pendidik harus mengikuti perkembangan jaman dalam pembelajaran, mengikuti pemikiran KHD yang masih sangat relevan di saat ini.
BalasHapus